Cara Menggunakan Tensimeter Digital


Cara Menggunakan Tensimeter Digital

Cara Menggunakan Tensimeter Digital - Dalam dunia medis alat satu ini memiliki fungsi sebagai pengukur tekanan darah atau untuk mendeteksi tensi darah pada tubuh seseorang atau pasien. Setiap pusat pelayanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas, klinik sangat membutuhkan alat ini.

Biasanya pihak terkait akan meminta demo alat dari pihak distributor alat kesehatan sebelum produk tersebut dibeli. Tensimeter memiliki dua tipe yaitu tensimeter manual dan tensimeter digital, keduanya tentu memiliki fungsi sama.

Hal yang akan dibahas pada artikel ini yaitu mengenai cara pemakaian tensimeter digital. Alat ini sendiri mempunyai kelemahan juga kelebihan, yaitu :

Kelebihan

  1. Lebih aman karena tidak memakai air raksa atau merkuri sehingga pasien terbebas dari resiko akan radiasi logam berat.
  2. Tensimeter digital memiliki sensor berfungsi sebagai alat pendeteksi, hal ini bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah pada pendengarannya.
  3. Praktis, dan efektif hasilnya langsung terlihat di layar lcd alat tersebut.
  4. Cara pemakaiannya cukup mudah dan ringkas.
  5. Hasil yang didapat cukup akurat.

Kelemahan

Kelemahan tensimeter digital memiliki daya lebih rendah, dikarenakan beberapa faktor seperti batu baterai habis, teknologi yang berbeda, masa pemakaian alat yang terlalu lama, yang sebelumnya jarang dilakukan kalibrasi.

Untuk mengetahui bagaimana cara penggunaan tensimeter digital ini, berikut langkah yang bisa dilakukan :

Cara Menggunakan Tensimeter Digital

  1. Pertama - tama tekan tombol "start/stop" untuk mengaktifkan alat tersebut.
  2. Sebelum melakukan pengecekan terhadap tekanan darah, pasien sebaiknya menghindar kegiatan aktivitas fisik berat seperti olahraga, merokok, dan makan terlalu kenyang. Paling tidak sebelum 30 menit waktu pengukuran. Dan harus beristirahat paling tidak 5 sampai 15 menit sebelum tensi darah.
  3. Pasien diharuskan untuk tidak melakukan pengukuran pada saat kondisi stres. Pengukuran disarankan dilakukan dalam sebuah ruangan yang tenang dan pasien dalam kondisi rileks dan posisi duduk tegak.
  4. Pastikan pasien duduk dengan posisi kaki lurus dan tidak menyilang, dimana kedua telapak kaki datar dan menyentuh lantai. Posisikan lengan kanan pasien diatas meja atau kasur sehingga posisi mancet yang sudah terpasang sejajar dengan posisi jantung pasien.
  5. Lengan baju pada lengan bagian kanan responden seharusnya dalam posisi terbuka dan meminta untuk tetap duduk tanpa banyak gerakan. Jika pasien menggunakan baju berlengan panjang, singsingkan lengan baju dan pastikan lipatan baju tidak terlalu ketat, karena hal ini dapat menghambat aliran darah di lengan.
  6. Posisi telapak tangan terbuka ke atas. Pastikan pipa mancet lurus dan tidak tertekuk.
  7. Setelah pengukuran selesai, manset akan dilepas kemudian hasil pengukuran akan muncul. Karena alat mampu menyimpan hasil pengukuran darah secara otomatis.
  8. Terakhir tekan tombol "start/stop" untuk mematikan alat. Atau alat ini akan mati secara otomatis, dalam hitungan 5 menit.

Cara Menggunakan Tensimeter Apabila Menggunakan Manset

  1. Masukkan ujung pipa manset pada bagian alat pada pasien.
  2. Perhatikan arah masuknya perekat pada manset.
  3. Menggunakan manset, perhatikan arah dan posisi selang.
  4. Kondisikan selang sejajar dengan jari tengah, dan posisi lengan terbuka ke arah atas.
  5. Manset yang sudah terpasang dengan benar, kemudian mancet direkatkan.
  6. Pengukuran ini dapat dilakukan dua kali, jaraknya sebaiknya antara 2 menit dengan melepaskan mancet pada lengan pasien.
  7. Apabila hasil pengukuran satu dan kedua terdapat selisih antara > 10 mmHg, maka dapat mengulangi pengukuran tahap ketiga setelah pasien beristirahat melepaskan mancet pada lengan.
  8. Catatan, pengukuran tekanan darah dapat dilakukan baik dalam posisi tidur atau berbaring apabila pasien tidak bisa secara duduk.

Dalam hal ini, pihak distributor alat kesehatan dapat menjelaskan teknik atau cara menggunakan tensimeter digital secara benar dan tepat kepada para konsumen bidang kesehatan. Agar pada saat penggunaan di lapangan, alat tersebut dapat berfungsi dengan baik dan juga benar, semoga artikel ini bermanfaat.

0 komentar